Tinggalkan komentar

Ayat: Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.

(QS. AT TAUBAH:24)

apa sih, yang dimaksud dengan “orang yang fasik” ?

menurut imam hanafi yang dimaksud dengan fasik ada 2 macam:

1. orang yang mengerjakan dosa dengan terang-terangan,
seperti mabuk di jalanan atau pergi ke tempat pelacuran
atau pergi ke tempat perjudian dengan terang-terangan, dsb.

2. orang yang mengerjakan dosa dengan sembunyi-sembunyi,
tetapi diberitahukannya dengan bangga kepada beberapa orang
teman-temannya, bahwa ia berbuat yang demikian, seperti sebagian orang
yang meninggalkan shalat dan puasa, lalu diceritakannya kelakuannya itu
kepada teman-temannya bahwa ia tidak shalat dan tidak puasa, dsb.

=================

Golongan 1:

orang-orang yang termasuk golongan ini sesungguhnya tau/sadar
bahwa yang dilakukannya adalah menentang perintah Allah,
tapi mereka udah gak merasa bahwa mereka harus tunduk pada Allah,
dan mereka juga udah gak malu-malu dan takut lagi untuk
menunjukkan sikapnya itu pada semua orang.

Golongan 2:

orang-orang yang termasuk golongan ini sesungguhnya juga tau/sadar
bahwa yang dilakukannya adalah bertentangan dengan ajaran Allah,
dan sebagian hatinya sebenarnya masih mengakui Allah adalah Tuhannya,
tetapi dikarenakan mereka lalai menjaga hatinya,
maka syaitan berhasil mengambil yang sebagian lagi dari hatinya.

mereka masih merasa malu atau takut untuk menunjukkan perbuatan
dosanya itu pada sebagian orang, tetapi dengan bangga dan tidak
malu-malu menunjukkannya pada sebagian yang lain.

sebagian rasa malu yang merupakan anugerah Allah yang sesungguhnya
berguna untuk menjaga hatinya (dan keselamatannya dunia-akhirat),
dijualnya kepada syaitan untuk ditukar dengan kenikmatan duniawi,
yang sesungguhnya sangatlah teramat sedikit.

salam,

Trijana Pratisthitha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: