1 Komentar

kisah nyata : HOW I MET YOUR MOTHER

how i met your mother - kisah nyata

Tulisan ini didedikasikan untuk anak2ku kelak ketika kalian sudah waktunya mengerti ini. Masa remaja abi yang kelam, masa muda yang dalam kegelapan, telah memaksa abi untuk memulai satu hal dengan cara yang ahsan, dan itu abi mulai dari cara meminang ibu kalian. Cukup abi yang kelam, kalian harus terang benderang, cukup abi yang bergelimang alam jahil, namun kalian akan abi Jaga dari kejahiliahan… InsyaAllah. Satu yang harus kita pertanggung jawabkan kelak di yaumul hisab, akan kita jawab apa jika ditanya, dihabiskan untuk apa masa mudamu? selamat membaca anakku…

Tahun 2006, abi meninggalkan pekerjaan tetap karena sedang merintis usaha yang baru. Keadaan ini sebegitu strugglingnya, sehingga abi merasa pada saat itu adalah titik terberat yang abi pernah lewati, dari sisi ekonomi, tekanan mental dan tanggung jawab. Lalu tercetus ide dalam fikiran, cepat atau lambat abi akan menikah, dan hey… kenapa tidak menikah sekarang saja? ini adalah saat yang paling tepat mencari calon istri, yang mana jika ada satu perempuan yang mau terima keadaan abi seperti ini, maka atleast perempuan itu teruji dan bersedia merintis semuanya bareng-bareng dari awal. Idenya adalah, abi mencari partner hidup, yang mau abi ajak bareng menjalani semua ketika tidak ada harapan lain kecuali bergantung sama Allah saja. Allah telah beri jalan, lalu mulailah abi nyari jodoh. tsaaahh..

Setelah 2x gagal diperjodohkan lewat guru, abi berusaha sendiri. Mulailah perjalanan itu abi lakoni, masuk hutan, daki gunung, nyebrang laut, naik elang, bermalam di goa, ketemu naga raksasa dan para kurcaci… (jah lebay amir). Singkat cerita tidak jauh2, ternyata abi menemukan satu calon istri di atas meja kerja abi.. yup.. di internet.

Pada medio 2007, Kami memutuskan untuk berniat menikah setelah tau sama2 berniat dan siap nikah, walau belum pernah bertemu muka. Kami hanya berkenalan melalui Friendster. Yup, sayan ga ada lagi sekarang fs tempat kami bisa bernostalgia mengenang moment2 awal dulu.. Tak lama dari itu, kami bertukar biodata, lalu saling berjanji untuk memutuskan segala bentuk komunikasi selama 2 minggu,untuk saling beristikharah, meyakinkan diri, dan meluruskan niat, dan bla bla bla. Teorinya sih, kami ingin keputusan ini mantap, berdasarkan niat karena Allah saja, bukan karena luapan rasa, penilaian subjektif atau yang lainnya.

Setelah masa tenggat 2 minggu ini berakhir, abi meminta adik perempuan abi, bibi kalian dr. Rahmapuspita untuk menanyakan apa keputusan dari beliau melalui telpon, apakah terus atau tidak. Yang ditelpon ada di Palembang, sedang abi n bibi di jakarta. abi cuman bisa menanti pasrah, pucet pasi dan agak galau.. haha.. lalu tiba2 bibi yg sedang nelpon menangis sesenggukkan, lha gimana ini?!? apa yang terjadi, abi makin pasrah.. rasanya duduk salah, berdiri salah.. apa lagi naik sepedah. Ya teorinya kan kita harus pasrah ikhlas total, apapun keputusannya terbaik menurut Allah, yang tandanya konon hati yang tenang dan tentram.. Namun kala itu semua teori itu abi ndak inget lagi hahah.. seolah dalam hati abi, kalo jadi ya syukur, kalo nggak ya gimana ntar aja.. secara abi dah cape browsing %^&*

abi dan ibu, nenek kalian menunggu pembicaraan via telpon itu selesai. Dan akhirnya, setelah 3 menit yang serasa 3 jam itu, abi masih harus menunggu bibi reda dari sesenggukannya.. jadi ada tambahan injury time sekitar 1/2 menit yang serasa 1/2 jam.. halah.. apa yang sebentar lagi akan abi dengar, berpengaruh kepada siapa yang akan menemani abi melewati usia, mendidik kalian, dan berbagi susah senang kehidupan, sambil meniti episode dunia yang hanya sementara ini. tsaahh..

Dengan penuh penasaran abi dan ibu menunggu kata2 yang sebentar lagi akan keluar dari mulut bibi.. Lalu dengan bibir gemetar (jangan dibayangkan dalam gerakkan slow motion), adikku berujar ‘InsyaAllah kak dian terima’
Alhamdulillaah… sontak abi langsung sujud syukur. lalu abi baru teringat, ‘lha tapi kok kenapa bibi nangis’? Oh, ternyata bibi menangis, karena yang ditelpon nangis. Jadi mereka ber2 nelpon sambil nangis. Lha iya, terus kenapa nangis, gitu kan?

Ternyata begini, bibi rahma bertanya, “Kak Dian, gimana keputusannya, apa mau di teruskan dengan A Imam” ? yang ditanya diam sebentar, lalu menangis. Nah disitulah mereka ber2 mulai menangis. lalu yang ditanya bilang “saya tidak menemukan alasan untuk menolak Imam”.. begitu katanya. Jadi tdk penting kenapa menangis, mungkin karena mereka perempuan, jadi ngga masuk nalar abi. Tapi intinya begitu. Mudah-mudahan Ummimu bukan menangis karena gagal menemukan alasan untuk menolak🙂

Beberapa bulan sebelum menikah, abi menjelaskan kembali keadaan abi kepada ummi, bahwa saat itu kondisi abi sedang merintis usaha, baru saja melepaskan pekerjaan tetap, tidak punya tabungan. Usaha yang baru masih sering bergantung pada hasil usaha yang lain karena biaya operasional yang masih belum tertutupi keuntungan. blablabla.. blablabla.. dan seterusnya, tidak ada tabir yang abi tutupi tentang siapa abi dan apa yang abi hadapi saat itu. Alhamdulillah, ummi kalian hanya berujar, ‘Percayalah Allah akan beri jalan’. Sungguh perkataan itu telah menjadi motivasi bagi abi, dan mengingatkan abi memang kami berdua tidak bermodalkan apapun juga kecuali kepasrahan. Sampai saati ini abi sangat bersyukur bahwa orang seperti ibumu yang berjodoh dengan abi.

Alhamdulillah, that was how i meet your mom.

Tak lama sebelum semua cerita di atas terjadi, Allah mentakdirkan sesuatu yang indah untuk terjadi. Kenapa abi bisa kenal di friendster? itu karena abi melihat daftar orang2 yang melihat profil abi, dan salah satu orang itu adalah yang kelak jadi ibumu. Apakah karena foto abi ganteng? itu hanya umi yang tau. Yang jelas dari situ abi langsung mengajak ummimu ta’aruf. Lalu dari mana ummi bisa sampai ngelihat profil abi? begini ceritanya.
Dulu abi punya petugas security kantor. Orang ini istimewa, dia punya kapasitas yang lebih dari sekedar seorang penjaga keamanan. Dia seorang yang paham ilmu agama dan banyak mengerjakan sunnah rosululloh. Dia juga seorang yang istimewa karena kalau sudah mulai ngomongin agama, dia semangat sekali, sepertinya kalau ngga di stop, akan terus ngomong sampai 2 hari 2 malam… wawasannya luas. Lalu Abi bilang sama dia, ‘Pak Mansyur, mendigan sekalian aja bapak bikin blog, bapak nulis tentang pengetahuan bapak, sehingga bisa bermanfaat bagi banyak orang. Bapak kan punya friendster, di friendster kan ada fasilitas blog.. bapak nulis aja di situ’

Alhamdulillah dia setuju, tidak hanya nulis blog, tapi beliau juga rajin sekali ngirim messege ke orang-orang di friendster, yang isi pesannya adalah dakwah2 yang ringan, mengingatkan orang2 untuk bersyukur, ikhlas dan lain-lain. Nah, salah satu yang dikiriminya itu adalah yang kelak menjadi ibumu. Ummi melihat profil abi dideretan ‘featured friend’-nya pak Mansyur. Dari situlah awalnya umi mengintip profil abi, yang abi balas dengan mengintip balik profil umi.. gitu ceunah..

Setelah 5 tahun menikah, ummi dan abi mengarungi samudra kehidupan yang baru, naik elang, ketemu naga, masuk goa, naik turun gunung, lalu tiba2 ummi bercerita sesuatu yang lumayan bisa membuat efect ‘wow’, ceritanya :
setelah kami memutuskan untuk saling berkomitmen, begitu banyak tiba2 laki2 yang maju berniat untuk memperisteri dirinya, mulai dari teman SD, teman sma, teman Kuliah, teman Kerja, kenalan di kota lain, kenalan internet, dll. Yang tawaran2 itu tiba2 hampir serempak bermunculan. Alhamdulillah, itu dimaknai ummi sebagai ujian komitmen kepada niat menikah dengan abi. Itulah pelajaran yang abi ambil, bagaimana seseorang telah berhasil menjaga komitmen secara bersungguh-sungguh, hingga tidak mendzolimi apa yang menjadi tujuan utamanya.

Semoga abi n ummi bisa terus bersama menjaga kommitmen ini, growing old together dalam berkah, sambil menata dan mendidik kalian semua. Semoga Allah memudahkan jalan kita. Amiin
http://rahmawan.com

One comment on “kisah nyata : HOW I MET YOUR MOTHER

  1. Do you write your own ?? much information as I can from your
    blog . thank you for writing well .
    I have a quick way to become a successful entrepreneur .
    very easy . immediately read how

    tulisan Anda sangat baik . apakah aku harus berbagi dengan teman-teman saya ???
    . Terima kasih .
    Aku punya cara cepat untuk menjadi pengusaha sukses
    . sangat mudah . segera membaca bagaimana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: