Tinggalkan komentar

Ketegasan Umar yang mengundang haru sahabat

#2ndKhalifah Umar bin Khattab
-Ancaman Sang Khalifah-

1. di lingkungan dan dimata sahabat2nya, mereka sepakat bahwa Umar, adalah sosok yg paling tegas lagi keras apalagi dalam urusan agama

2. hal itu juga yg menggelisahkan sebagian sahabat2 dan masyarakat ketika Umar diangkat menjadi Khalifah menggantikan Abu Bakar #1stKhalifah

3. kekhawatiran yang bahkan menjadi ketakutan bagi umat muslim saat itu

4. memang, khalifah sebelumnya Abu Bakar #1stKhalifah adalah khalifah yang terlihat lebih penyayang dan lebih lembut dibandingkan Umar

5. ketika Abu Bakar #1stKhalifah sewaktu menjadi Khalifah ketika sedang berjalan2, maka anak-anak akan bersuka cita berlarian ke arahnya

6. seraya kemudian memeluk sosok Abu Bakar yang kurus itu, bahkan hingga memanggil beliau “wahai ayahku.., wahai ayahku..”

7. namun Umar al Faruq #2ndkhalifah | ketika sedang berjalan2, maka baik orang dewasa maupun orang tua pun enggan berdekatan dengannya

8. pernah suatu ketika | Umar sedang berjalan-jalan di keramaian kota Madinah | firasat Umar mengatakan ada yang membuntutinya dari belakang

9. seketika itu juga dia menoleh dan menatap kebelakang| dan mendapati 2 orang sahabatnya yang diam tak mampu bergerak karna saking takutnya

10. itulah yang terjadi di minggu-minggu awal masa kekhalifahan Umar bin Khattab

11. namun dia Umar menyadari hal ini, dan sangat memahaminya

12. dan ia pun bangkit dan berkhutbah dihadapan umat | yang menampakkan bahwa betapa dalamnya pemahamannya terhadap agama yang dicintainya

13. dan berapa dalamnya ia mencinat umatnya | beberapa diantara isi khutbah beliau saat itu;

14. “wahai sekalian manuisa, telah sampai kepadaku bahwa kalian merasa takut kepadaku, maka dengarkanlah apa yang kukatakan..

15. saat bersama Rasulullah, aku adalah budak dan pelayannya | Rasulullah adalah orang yang paling lembut dan paling halus..

16. maka kukatakan, aku letakkan sifat kerasku pada kelembutan Nabi | hingga aku menjadi pedang yang terhunus dihadapan beliau..

17. jika beliau Rasulullah berkehendak, maka beliau akan menyarungkanku | dan jika beliau berkehendak beliau akan membiarkanku..

18. kemudian aku akan melakukan apa yang beliau Rasulullah inginkan..

19. selama bersama beliau Rasulullah, aku tetap berniat begitu

20. hingga Allah mewafatkan beliau dan beliau Ridha terhadapku”

21. kemudian diangkatlah Abu Bakar | dan aku yg menjadi pelayan dan pembantunya | dia Abu Bakar adalah sosok yang lembut seperti Rasulullah

22. sifat kerasku kucampurkan dengan sifat lembutnya, aku sengaja akan hal ini | dan kujadikan diriku pedang yang terhunus dihadapannya..

23. jika ia berkendak, ia akan menyarungkanku | dan jika ia berkehendak, ia akan membiarkanku berlalu..

24. aku tetap membersamainya..

25. hingga Allah mewafatkannya, sedangkan ia Ridha terhadapku”

26. [hingga Umar menceritakan ini | suasana mengharu biru | tangis membasahi setap pipi sahabat yg merindu sosok Rasulullah dan Abu Bakar]

27. [lalu Umar, sang Khalifah melanjutkan khutbahnya]

28. “dan sekarang, akulah yang menjadi pemimpin bagi kalian..

29. maka ketahuilah bahwa sifat keras ini telah aku lemahkan | kecuali, terhadap orang-orang yang melampaui batas dan berbuat zalim

30. akan aku tampakkan kekerasan ini!!! | dan tidak akan kubiarkan orang-orang berbuat zalim memiliki kesempatan!!!”

31. [pada saat itu semua mata kembali tertuju pada Umar bin Khattab | mendengar suara Umar yang lantang hingga sampai keluar Masjid]

32. “demi Allah, sungguh.. jika salah seorang yang berbuat zalim berbuat melampaui batas terhadap orang-orang yang berbuat keadilan..

33. dan melampaui batas terhadap orang-orang yang beragama..

34. niscaya akan aku letakkan pipinya ke tanah!!!

35. dan kuletakkan kakiku diatas pipinya!!!

36. hingga aku mengambil hak darinya!”

37. “namun begitu pula halnya untukku..

38. akan kuletakkan pipiku ke tanah kepada orang-orang yang menjaga kehormatan dan agama

39. hingga mereka meletakkan kaki kaki mereka diatas pipiku | sebagai wujud kasih sayang dan kelembutan terhadap mereka”

40. [Umar bin Khattab melanjutkan]

41. “sesungguhnya.. kalian memiliki beberapa urusan yang akan kuberikan, sebagai syarat terhadap kalian!!

42. pertama!, selamanya aku tidak akan pernah mengambil harta kalian | tidak untukku apalagi maupun untuk keluargaku

43. kedua!, aku akan mengembangkan harta dan menambah rezeki untuk kalian

44. ketiga!, aku tidak akan berlebihan dalam mengirim kalian untuk berperang

45. yang jika aku mengirim kalian | maka aku pastikan bahwa akulah yang akan menjadi penanggung keluarganya

46. dan ada satu hal lagi, perkara keempat yang harus kalian semua lakukan untukku..!!

47. [saat itu tampak raut wajah paling serius dari sosok Umar bin Khattab | pandangan yang tajam yang sedang menatap umatnya..]

48. “yaitu, jika kalian tidak memerintahkanku kepada kebaikan | dan mencegahku dari kemungkaran kemudian menasihatiku..

49. sungguh aku akan mengadukan kalian kepada Allah Azza wa Jalla pada hari kiamat kelak”.

50. [sejurus kemudian, teriakan takbir yang bercampur dengan genangan air mata menggema dari semua lisan yang mendengarkan]

51. takbir tanda cinta umat kepada sang khalifah, Umar bin Khattab .

http://fb.com/4Khalifah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: