Tinggalkan komentar

Asuranai kesehatan atau alat peras rakyat?

dapat ini dari WA:
"
Terhitung mulai 1 Jan 2014, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan menjadi bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yg mulai dilaksanakan di Indonesia.Tahap I, peserta JKN adalah masyarakat tdk mampu yg masuk dlm penerima bantuan iuran (PBI), anggota TNI/Polri & pensiunannya, pegawai negeri sipil (PNS) dan pensiunannya, peserta jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) Jamsostek…."Bagi yg belum terdaftar, kunjungi kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan (sebelumnya bernama kantor PT ASKES) terdekat mulai 2 Jan 2014 mendatang….Setiap penduduk wajib utk menjadi peserta JKN. Yg perlu disiapkan: (1) fotokopi KTP & KK, (2) pasfoto berwarna ukuran 3 X 4 sebanyak 2 lembar. Setelah itu, bayar iuran yg sesuai dng pelayanan kesehatan yg diinginkan, yakni iuran per bulan masing-masing Rp 25.500 utk mendapatkan layanan kelas 3, Rp 42.500 utk layanan kelas 2, dan Rp 59.000 utk kelas 1. Bila ingin dirawat di VVIP atau VIP jg bisa; tinggal bayar biaya ‘cost-sharing’ sisanya pada saat perawatan sakit. Dng membayar iuran JKN berarti menjalankan prinsip kegotongroyongan."Peserta yg mampu dpt membantu yg tdk mampu, peserta yg berisiko rendah dpt membantu peserta yg berisiko tinggi, dan peserta yg sehat dpt membantu yg sakit. SEBARKAN YA….. AYO DAFTAR dan DAFTARKAN KELUARGA ANDA SEBELUM SAKIT, JANGAN LUPA KARYAWAN DAN PEMBANTU DI RUMAH JG BISA….({})Info lebih lanjut hubungi Halo Askes (BPJS) 500400, Halo Kemkes 500567, sehat negeriku. Enggak susah, ‘kan? Tlg diinfokan ke kerabat dan saudara2 lainnya….

Semoga bermanfaat…
"

>>>> KOMEN SAYA

SJSN ini sudah dibahas di Halaqoh Islam dan peradaban, juga sudah didemokan HTI sejak april 2013 lalu, dan ditolak keras . Krn:
1. di balik ini semua ada konspirasi pemerintah Ina dan Usa yang sedang krismon. Barat sedang sangat butuh pasokan kapital. Sistem kapitalisme tengah mengalami keruntuhan, apapun akan mereka lakukan untuk bertahan, salah satunya memanfaatkan negara2 aliansi (baca: jongos) untuk melakukan capital flight untuk kembali menghidupkan ekonomi mereka di barat, misal dengan injek dana ke bursa saham, valas, obligasi dllsb. yang dilakukan diindonesia adalah membuka channel masuknya capital melaluo asuransi kesehatan.

Anda skeptis? menurut anda ini teori konspirasi? silahkan lanjutkan membaca.

2. SJSN ini alat sedot darah rakyat, sampai rakyat harus diwajibkan nyetor, yg pada hakekatnya penyelenggaraan kesehatan scr gratis adalah kewajiban pemerintah.
practically, ini artinya masyarakat harus mendanai sendiri kesehatannya.
pertanyaan : pemerintahnya di mana??? dalil pengelolaan kesehatan oleh negara ada di link di bawah.

3. Bulshit mengenai gotong royong, selama ini bisa di lihat kenyataan di Askes.

bayangkan kel dgn 5 anggota keluarga berarti tiap bulan KK harus sediakan 125rb untuk setor ke pemerintah.

3,5. keberadaan Asuransi ini pada intinya pemerintah membebaskan dirinya dari kewajiban pengadaan kesehatan gratis, dan mengembalikan urusan ini pada masyrkat.

masalah utamanya: apakah setelah berhasil dikumpulkan dana ini dari rakyat, benarkah akan dimanfaatkan untuk rakyat? Anda bisa periksa UUnya, bagaimana rakyat sangat dibatasi dalam pemanfaatan layanan ini. Tetap aaja yg dicover adalah penyakit serupa batuk pilek, panu kadas kurap, dan tidak berlaku bagi penyakit berat dengan tindakan khusus. Lalu anda akan tetap mau batar 25.000/bulan/jiwa untuk jebakan ini?

Tidakkah anda banyak mendengar kenyataan bagaimana sulitnya rakyat mengklaim hak2nya? Dan betapa tiada ada nilainya, bayi terlahir mati yg hanya terganti dgn rp. 400rb yg menyisakan tangis dan utang bagi ibu bapaknya?

4. Bagi pegawai swasta, maka premi ini dibenankan ke industri. Maka Pengusaha akan keberatan, karena ini DIWAJIBKAN, sehingga kalau ada perusahaan yg tdk ikut program ini maka bisa di sanksi atau DITUTUP. Bayangkan yg punya karyawan ribuan, dikali rp. 25.000/jiwa/bulan

5. Bukan HTI kalau mengidentifikasi masalah tanpa rekomendasi solusi. Dana kesehatan, pendidikan, sosial dsb hanya bisa diselesaikan dengan sistem Islam, di mana SDA strategis adalah milik rakyat dikuasai penuh oleh pemerintah, bukan diserahkan ke swasta seperti sekarang. Tdkkan pernah bisa surplus pemerintah dgn sistem kapitalisme, krn sistem ini hanya berfihak pada kepentingan beberapa gelintir kapitalis saja, bukan pada rakyat/pemerintah itu sendiri. Ini bahkan terjadi juga di gembong ideologi kapitalis yg rusak ini.

6. ini sudah keterlaluan, pemerintah sampai mewajibkan program ini berarti telah melancarkan kepentingan barat untuk menghisap keringat rakyat. knp? karena pembuat RUU, adalah barat, dan anggota DPR seperti biasa tinggal tandatangan setelah di bawa jalan2 ke eropa dan amerika, dgn segala bentuk entertain yg memuaskan org2 bodoh dan fasik. kita punya info yg bisa dipertanggung jawabkan.

7. Hukum bagi kapitalisme bisa digunakan sbg alat sedot uang. Anda yg punya uang lebih pasti akan lebih banyak menaruh uang anda di bank drpd dilemari rumah. Maka kini tidak cukup dari bank, tdk pula cukup dari mengeruk SDA, tdk pula cukup dari pajak, dihisap pulalah keringat rakyat dengan mewajibkan setoran uang berkedok pelayanan kesehatan.

Wake up and revive!!

http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/25/sjsn-dan-bpjs-memalak-rakyat-atas-nama-jaminan-sosial/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: