2 Komentar

Mengantarkan Hidayah pada objek Dakwah

Hari Moekti, "tersinggung adalah bagian dari hidayah. ada 2 macam :tersinggungnya abu jahal yang kemudian menolak, dan tersinggungnya Umar, yang kemudian menerima.". Begitu potongan Khutvah beliau hari minggu lalu.

___________

Satu Mekah Heboh karena ada Muhammad yang menghina dan merendahkan tuhan-tuhan mereka.
Mereka Marah, mereka tersinggung. Manusia yg selama iNi mereka percaya dan sayangi, mereka anggap telah memecah belah persatuan bangsa arab.
Yang membenci dan berencana membunuh Muhammad bukanlah hanya orang lain namun juga adalah pamannya sendiri.

Dalam konteks kekinian, ketika disuarakan bahwa demokrasi adalah berhala Modern, sedangkan demokrasi adalah faham yang sudah ditancapkan pada masyarakat sejak di bangku sekolah, maka dipastikan banyak yang tersinggung. Sebagaimana setiap Nabi diutus pasti dalam keadaan kondisi pemikiran rakyat yang rusak dan jauh dari Tauhid. Maka berbenturanlah apa yang dibawa oleh para nabi dan Rosul itu, dengan realita yang di fahami orang kebanyakan.

Benturan ketika dakwah diusung adalah keniscayaan. Dengean benturan pemikiran itupun, terjadi peluang untuk pemahaman dihujamkan. Dalam demografi dan sosiologi bangsa melayu yang emosi/perasaan /feeling adalah layer respon terdepan pada hampir setiap individu, maka tersinggung menjadi keniscayaan. Beda dengan wilayah dengan demografi yang akal menjadi layer terdepan. Informasi Bisa diterima oleh mad’u (objek dakwah) dengan layer analisa, bukan dengan layer emosi yang cenderung buru2 dan reaktif.

Maka disini pentingnya menurut saya, teguhnya pengemban dakwah untuk tetap berdiri di layer pemikiran, tanpa terseret untuk berinteraksi di layer perasaan. MA pernah menyebutkan, ketika Mad’u sudah mengalihkan pembicaraan keluar dari objek bahasan, kita semestinya membawa kembali pembicaraan kepada bahasan sampai mad’u faham. Itulah dakwah bil hikmah , dakwah yang melahirkan pemahaman. Kita juga bisa memotivasi mad’u untuk terus teguh menggunakan layer analitikalnya, bukan perasaannya…

2 comments on “Mengantarkan Hidayah pada objek Dakwah

  1. Hey hey hey, take a gadner at what’ you’ve done

  2. I thought finding this would be so arduous but it’s a breeze!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: