Tinggalkan komentar

EGO, sebuah potensi diri, yang bisa menolong, juga bisa menghancurkan diri.

pedang… ditangan mujahidin, ia bisa membuahkan pahala, namun jika ditangan penjahat, maka bisa menjadi alat yang menambah dosa..

begitu juga dengan EGO (naluri baqo), ego yang kuat yang ada di dalam diri seorang Umar bin Khattab, membuahkan kepemimpinan yang kuat, pengaruh yang luas serra penerapan hukum yang tegas… Sebaliknya jika EGO yang kuat berada dalam diri abu jahal, Ego itu ia salurkan untuk menentang kebenaran. menjadi bagaikan amplifier yang melipat gandakan dosa karena dengan penyaluran ego itu makin ia kuatkan penolakan dakebencian kepada Alloh da RosulNya.

Lalu jika EGO itu adalah potensi, apa yang bisa membuatnya menjadi ego yang diridhoi Allah?

Ego (ghorizarul baqo) adalah naluri mempertahankan diri, yang dianugerahkan Allah pada makhluk hidup. Kita Sebagai manusia diberi potensi yang sama dengan hewan, yaitu jasad, dan naluri. bedanya manusia punya akal, sedang Makhluk hidup lain tidak.

Ego juga merupakan salah satu aspek nafs (dAya kehidupan), egolah yang melahirkan dorongan dari dalam diri untuk berpola sikap yang berhubungn dengan pertahanan diri.

Maka perilaku menggunakan akal, adalah pembeda hakiki manusia dengan makhluk lain. Akal bisa membedakan benar dan salah. akal bisa menerima ilmu, dan memimpin tubuh untuk mengamalkan ilmu itu. Akal yang bisa memutuskan mana yang benar, mana yang salah secara eksak, akal yang bisa menantukan tujuan dari.perkataan dan perbuatan. iNi tidak terjadi pada Hewan. Tapi ada manusia yang tidak menggunakan akal, seperti hewan.

Maka kembali kepertanyaan, EGO seoerti apa yang akan diridhoi Allah, maka jawabnya adalah EGO yang dipimpin oleh akal, yang akal itu diridhoi oleh Alloh. Seperti apa akal yang diridhoi Allah? Dialah akal yang mengarahkan hidup manusia memenuhi tujuan penciptaannya, yaitu beribadah. Yaitu Akal yang mengarahkan amalan2 orang ybs menuju ridho Allah, akal yang menuntun manusia ybs kembali kepada Allah Tuhan sang pencipta seluruh Alam. Yaitu akal yang membuka diri untuk MENERIMA KEBENARAN, karena Islam rahmatan lil alamin , tidak mungkin Allah turunkan kecuali berisi KEBENARAN. Maka perilaku EGO manusia yang diridhoi Allah adalah ego yang mendorong dirinya untuk mendapatkan informasi tentang kebenaran.

. Bag I, bedaya manusia dengan iblis laknatullah.
Perilaku EGO yang bertentangan dengan itu bisa dikatakan hawa nafsu lawammah. yaitu EGO yang mendorong oraNg YBS hanya untuk mepertahankan dirinya saja. misal, jika ada informasi dari orang yang menurt peNilaiannya tidak pintar, kurang berilmu da lebih bodoh atu leBih muda dari dirinya, Mka dengan cepat EGO menguasANya, denga melakukn oenolakkan oada pemberi informaSi terseBut.

Ada contoh yag paling tersohor dari.perilaku ini, yaitu perilaku iblis laknatullah, yang karema perilaku iNi dia dicapakkan dari Surga da dikutk oleh Aloh menjadi makhluk hiNa pengHuNi neraka. Karena apa? simply karena Iblis merendahkan adam, dan tida mau mengakui ilmuNya adam, dia menolak keBnaran ilmunya adam, padahal adamlah yang diajari oleh Allah naMa2 benda, bukan dia. Iblis laknatullah Mlah sibuk menyerang pribadi adam dengan menhinakan tanah bahan baku manusia, yang menurutnya tidak lebih mulia dari api. Itulah perilaku EGO yang diletakkan di atas akal. sesat dan.menyesatkan, menjdi tabir akal untuk memperoleh kebenaran.

Maka cukup sederhana apa yang menjdi defiNisi sombong bagi rosululloh, sombong adalah merendahkan manusia, dan meNolak kebenaran.

EGO yang tidak ditundukkan oleh akal akan menjadikan pribadi yang sombong. Biasanya Mudah ditemukan dalam diskusi2, orang2 somBong itu justru yang seBetulnya akalnya menangkap kebenaran, tapi EGOnya menentang diterimanya kebeNaran, karena perasaan lebih pintar,lebih mulia, lebih berilMu daripada lwan diakusinya. lalu alih2 menerima kebenaran, orag sombong itu kemudian mencari Klemahan lawan diskusinya, sehingga pindahlah topik diskusi kepdapenyerangan terhadap personal, persis perilaku iblis terhadap adam.bmak berhti2lah terhdap.apa yang Nmanya EGO.

Dia bisa menjadi hujjah dihadapan Allah karena bersegera menerima kebenara, atau memberatkan anda di yaumul hisab kelak karena menentang kebenaran, padahal kebemara datang dari yang Mha Benar, yaitu Allah SWT.

Jangan biarkan EGO anda menguasai diri anda, kecuali untuk membela kebenaran, bukan untuk menolak kebenaran, siapapun yang menyampaikan, jika akal anda mendapatinya benar hujjahnya, berdasar dalil syara yang menguatkannya, tidak bertentangan dengan tujuan Allah menciptakan anda, maka terimalah.

Bag 2. Beda manusia dengan Hewan

Benar jika dikatakan monyet bisa dilatih. hewan akan bisa main sirkus haNya karena nalurinya dipermainkan manuSia. monyet akan mau main topeng monyet setelah diiming-imingi pisang atau kacang, diulang berkali2, sehingga dia akhirnya mau membawa payung karena setelahNya akan mendapat upah berupa pisang. Maka jika manusia hidup untuk menuntut pemuasan naluri saja, maka tak uBahNya ia hidup seperti hewan. Ia hanya memikirkan kepuasan saja, tidak berfikir leBih jauh dari itu, tida tahu hakikat tuJuan hiDupnya, kecuali pemuasan kebutuhan dasar tadi.

orang yang sibuk hidup dengan EGO dan mengesampingkan akal, maka tidak ubahnya seperti hewan, atau jangan kaget jika saya sebut seperti iblis sebagaimana dibahas di atas.

Bagi 3. Bagaimana mengatsi EGO yang kuat Namun menghalangi diri dari kebenaran ?

– Hisablah diri anda. Jika Allah memanggil anda besok malam, siapkah anda dengan bekal yaNg suda anda punya, cukupkah bekal itu untuk ada persembahkan padaNya?

– Sipakah anda sebenarnya, jika.anda seorang ibu, sudahkan anda menjalani kewajiban mendidik anak anda?

– Jika.anda seorang ayah, berapa jauh kesungguhan anda menjauhkan keluaega anda dari siksa neraka.

– Jika.anda punya anak perempuan, sudahkah atas perintah anda, mereka menghijab tubuhnya,

– Jika anda ounya anak gadis, berapa jauh kesungguhan anda mejaga dirnya, sehingga ketik anda menyerahkannya pada lelaki yang menjadi suaminya, maka.anda bisa memastikan bahwa perempuan itu masih Suci tak tersentuh oleh tangan haram lelaki tak berakhlak..

– Jika anda punya anak, bagaimana aqidahnya? sudahKah Allah mejadi tujuannya, sudahkah Allah menjadi satu-satunya dzat yang ditakuti, mana penting bagi.mereka, Allah ataukah dunia… sudahkah mereka ada persiapkan untuk menjadi bekl.anak sholeh sholeha?

– Jika anda seorang ulama, apa yang sudah anda lakukan demi agamaNya, tanpa mengHrap imbaan apapun kecuai ridhonya, sudah berapa banyak orang yang telah anda cerahkan, sehingga berziKir orangitu kepadaNya

-Jika anda seorang hartawan, sudah bersungguh2kah anda melepaskan harta itu dari diri ada dijalanNya? sudahkh andaberamal jariyah, yang jumlhnya lebih dari nilai harta yang paling besar dan bernilai dari segala yang anda punya,untuk mempersiapkan hidup kekal setelah mati

– Jika anda orang sholeh, seberapa pedulikah anda untuk.menjadikan manusia di.lingkunga anda menjadi sholeh..

– Jika anda berilmu, ilmu mana yang sudah anda amalkan yang bermanfaat dan akan dibawa mati,

– Jika anda pintar, berapa sungguh kepintarn andaDpakai untuk berdakwah dan mencerakan manusia2 yNg sedang dalam keGlapan

– Jika anda punya waktu luang, sudahkah anda meluaNgkn waktu untuk meikirkan umat, da mengamalkan dakwah yang akan menegakkan kembali syariat Islam di atas bumi Allah ini, yang kini tengah dihiNakan Mnusia, disetarkan dengan hukum buatan manusia…

– Apa yang sudah ada lakukan untuk umat muslim yang miskin papa, terpecah belah, ditindas asing, di hiNkan perempuanya, dibom mesjidnya, direbut haknya, direndahkan martabatnya, diadudomba pemimpinnya…

maka JiKa anda tidak puas dengan siAa dir anda sebenarnya, untuk aoa lgi EGO yang hina itu menjdi tabir anda unyuk menerima kebenara.. lepaskan baju EGO itu. Lalu pakai setelah anda tahu apa yang sebenarnya ingin anda lakukan bagi agamaNya

Allahua’lam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: