Tinggalkan komentar

Islam ideologis? apa maksudnya ?

lho apa sih ini, rame banget orang nyebut2 ideologis, ada mahasiswa ideologis, ada ustadz ideologis, ada pengajian ideologis, ada dosen ideologis, jurnalis ideologis, pejuang islam ideologis dsb.. ini varian baru dari islam atau pegimane??

Begini, nggak usah susah2 untuk ngerti Islam ideologis, malah kalo turut serta dan faham islam secara ideologis, hidup ini rasanya lebih asyik, lebih nikmat dan berarti.

Ideologi adalah pemikiran yang paling mendasar yang memancar jadi aturan hidup, dan mengatur perilaku.
Jika kita berideologi Islam, maka pemikiran kita didasarkan pada aqidah Islam, dan perilaku serta perkataan kita menjadi pancaran dari aqidah Islam berupa aturan hidup islam, yaitu syariah.

Jika Islam kita ideologis, maka kita akan berfikir sebelum berkata, atau bertindak. Apa yang harus difikirkan? yaitu hukum perkataan, dan tindakan yang akan kita lakukan. Kita utamakan apa2 yang wajib, lalu sunnah, lalu mubah. Dan hindari apa yang makruh apalagi Haram. Kita akan mengkonsumsi dan menggunakan benda2 yang halal, bukan yang haram.

Hmmm.. ternyata ngga ada yang aneh dengan istilah Islam ideologis yah.. ?? lalu ada pertanyaan, "kok harus heboh begitu? bukankah yang lain juga kan begitu, berfikir bagaimana untuk hidup secara syar’i, walaupun tidak disebut islam ideologi?"

Nah ini yang membedakannya. Jika Islam difahami sebagai ideologi, satu2nya jalan hidup yang layak dipakai, maka kita memerlukan lingkungan hidup yang menghidupkan ideologi Islam ini. Agar kita bisa hidup sepenuhnya diatur oleh aturan Islam. Ini bisa tercapai jika ideologi ini diusung oleh negara.

Nah, muslim yang ideologis, akan gerah, gelisah dan tidak tenang hidupnya, sampai negeri tempat hidupnya menjadi negara yang menghidupkan, menjaga, menegakkan, mempertahankan dan menyebarluaskan ideologi Islam ini. Selama belum terwujud, muslim yang ideologis bersama jamaah islam ideologis akan mengajak sebanyak2nya kaum muslimin untuk terus berjuang mewujudkan keberadaan negara yang berideologi Islam itu. Di situlah ‘seru’nya, hingga banyak yang bersaksi, setelah menjadi bagian dari partai ideologis, hidupnya terasa lebih hidup. Bagaimana tidak? dipundaknya kini ada misi besar, ada tujuan mulia yang diperjuangkan bersama dengan jamaah ideologis itu, yang misi ini berhubungan dengan tujuan jangka panjang hidup seorang muslim, yaitu mencari Ridho Allah. Kok bisa, apa hubungannya? Karena Allah telah menurunkan aturan hidup bagi manusia, melalui alQuran dan sunnah, agar manusia bahagia di dunia dan di akhirat. Namun kini aturan itu disia-siakan oleh manusia, sehingga manusia hidupnya kacau balau, ketidak adilan dan penindasan sesama manusia terjadi di Dunia. Tentu saja Allah menghendaki, bahkan memerintahkan agar aturan2 ini ditegakkan dan dijalankan manusia. Nah, jamaah ideologis ini ingin menjadi bagian dari penegakkan aturan2 Allah yang kini disia-siakan itu. Maka sudah barang tentu, Allah meridhoi aktifitas penegakkan hukum-hukumNya, itulah inti dari penegakkan Agama. Yang melakukannya, berarti menolong agama Allah.

Jadi sebetulnya, menjadi muslim ideologis itu seru, punya misi yang mulia, seolah hidupnya kini jadi aktor utama, menyampaikan apa yang harus dijalankan oleh manusia. Seperti misinya para Nabi, menyampaikan risalah untuk kehidupan manusia, hanya saja ini diemban secara berjamaah, tidak seperti para Nabi yang memang dipilih dan dibekali Allah untuk mengemban tugas tsb.

Siapapun bisa menjadi bagian dari jemaah Islam ideologis ini, tidak ada yang aneh dan deviant dari menjalankan islam secara ideologis. Justru sebetulnya, Islam itu bisa tegak didalam diri seseorang, setelah ia memahami bahwa semua perbuatan dan perkataannya harus sesuai dengan syariah dan aqidah Islam, Begitulah muslim yang ideologis, aqidahnya mendorongnya untuk mengambil islam secara menyeluruh, dari pemikiran hingga perbuatannya.

‪#‎yukNgaji‬

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: