mati

“Tidaklah aku di dunia ini melainkan (hanya) seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon lalu beristirahat dan kemudian meninggalkannya (pohon tersebut).”  (HR. At-Tirmidzi no. 3277)

“Tidaklah aku di dunia ini melainkan (hanya) seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon lalu beristirahat dan kemudian meninggalkannya (pohon tersebut).” (HR. At-Tirmidzi no. 3277)

“Cukuplah kematian itu sebagai penasihat.” (Hadits Riwayat Ath Thabrani)

“Cukuplah kematian itu sebagai penasihat.” (Hadits Riwayat Ath Thabrani)

“Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.”

[Hadits Riwayat Ath-Thabrani]

“Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.”

[Hadits Riwayat Ibnu Majah, Thabrani dan Al Haitsamiy]

Rasulullah saw bersabda : “Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah..”

[Hadits Riwayat Ath-Thabrani]

Rasulullah saw bersabda, “Bertindaklah engkau di DUNIA ini seperti orang asing atau pengembara, bila kamu berada pada waktu sore, maka janganlah menantikan waktu pagi. Bila kamu berada pada waktu pagi, maka janganlah menantikan waktu sore. Pergunakanlah masa sehatmu untuk menyongsong masa sakitmu, pergunakanlah masa hidupmu untuk menyongsong saat kematianmu.”

[Hadits Riwayat Bukhari]

Rasulullah pernah dilalui iring-iringan jenazah. Beliau lalu bersabda, “Yang istirahat dan yang diistirahatkan darinya.” Sahabat bertanya, “Apa maksud yg istirahat dan yg diistirahatkan darinya?” Beliau menjawab, “Seorang hamba yang mukmin BERISTIRAHAT dari keletihan dunia dan kesusahannya, kembali kepada rahmat Allah. Sedangkan hamba yang jahat, para hamba, negeri, pohon dan binatang beristirahat (merasa aman tenang) darinya.”

[Hadits Riwayat Muslim dan Ahmad]

Rasulullah saw bersabda, “ORANG MISKIN bukanlah orang yang meminta-minta kepada orang lain, kemudian memperoleh sesuap atau dua suap, sebutir atau dua butir kurma. Akan tetapi ORANG MISKIN adalah orang yang tidak berkecukupan, kemudian diberikan shadaqah. Mereka itu tidak pergi meminta-minta kepada orang.”

[HR Muttafaq ‘alaih]

Hadits:, “Sesungguhnya umatku yang BANGKRUT adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, tetapi dia sering : ¤ Mencaci maki ¤ Menuduh/memfitnah ¤ Memakan harta orang lain (korupsi dll) ¤ Membunuh ¤ Memukul/menyiksa Pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dr mereka hingga pahala (sholat, puasa, zakat)-nya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang blm dipenuhi. Lalu, dosa dari setiap orang dr mereka (yg didzolimi) diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke NERAKA.”

[HR Muslim]

Hadits: “Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yg akan berguna bagiku dari sisi Allah.” Nabi saw lalu bersabda : “Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.”

[HR. Ath-Thabrani]